Ayo petakan TPS sejak dini

Selamat pagi….. sambil ngopi espresso dan mendengar lagu dari channel youtube felix official pikiran saya kembali pada sejumlah rakor, raker dan fgd dari bulan november di Jogja, Palangkaraya, Badung, Bandung, Tomohon, Lampung, Bogor, Banjarmasin hingga kemarin di Tanjung Pinang.

Espresso pagi…

Salah satu titik lemah kita dalam penyusunan daftar pemilih adalah pada pemetaan TPS yang menjadi Titik awal kerja kita. Titik awal tersebut laksana aliran air sungai kapuas merupakan hulu sungai yang menentukan kualitas bersih atau kotornya air sungai. Pun aliran air sungai yang bersih dari hulu dapat menjadi kotor ketika sampai di hilir karena sampah yang dibuang sembarangan hingga limbah dari pabrik disepanjang aliran sungai, apalagi bila air dari hulu sudah kotor, tentu akan sangat sulit dibersihkan.

Pagi ini saya teringat dengan antusiasme peserta rakor penguatan integritas dan persiapan pemutakhiran data pemilih pilgub Kepri di Tanjung Pinang. Pada saat itu saya dan teman-teman KPU Provinsi menggunakan kaso bertulis Detail itu Asyik. Kata yang saya pilih untuk menyatakan bahwa kerja detail itu banyak manfaatnya. Bekerja dengan data kini tengah menjadi mainstream seiring dengan pernyataan Clive Humby (2006), “Data is The New Oil” yang menjadi perhatian luas ketika majalah The Economist (Mei, 2017) membuat laporan khusus dengan judul, “The world’s most valuable resource is no longer oil, but data”

Pastikan Hulunya Bersih

KPU RI kini tengah melakukan sinkronisasi DPT dengan DP4 serta koordinasi intensif bersama Dukcapil dan Adwil agar didapat hasil yang efektif. Hasil analisis DP4 awal, diketahui selisih data antara DPT Pemilu Terakhir dengan DP4 hanya 3,58%, Angka ini didapat dari jumlah DPT Pemilu Terakhir di 270 daerah yang pilkada sebanyak 101,613,980 dan DP4 sebanyak 105,396,460. Secara umum 96,42% data yang nantinya di coklit sudah ada di DPT Pemilu Terakhir. Beranjak dari pengalaman sebelumnya, perubahan data tidak signifikan sampai dengan nantinya penetapan DPT.

Disisi lain setiap pilkada/pemilu kerap masih ditemui masalah data pemilih seperti: pemilih ganda, pemilih dibawah umur, pemilih telah meninggal, elemen data keliru, pemilh belum masuk DPT serta pemilih TMS lainnya. Ketika hal tersebut diketahui biasanya menjelang hari pemungutan suara, saat dimana semua persiapan sudah diakhir dan kerap dipersoalkan seolah-olah terjadi manipulasi penyusunan daftar pemilih. Bila hal tersebut tidak direspon dengan baik misalnya karena tidak menguasai data pemilih secara detail, kita dapat gamang mensikapinya, padahal belum tentu benar yang dipersoalkan. Kemudian memori banyak pihak biasanya menyimpan dengan baik hal-hal ini dan menganggap DPT yang teman-teman susun gak berkualitas. Gak asyikkan…

By the way, waktu tahapan terus berjalan setiap hari tanpa terasa dan waktu tak dapat dibeli… ayo kita pergunakan sebaik-baiknya. Sejak dini memastikan hulu data DPT bersih dengan cara sederhana, mudah namun membutuhkan pengorbanan gengsi melakukannya, yaitu: ikutan memetakan TPS sejak dini, paling lambat 1×24 jam setelah membaca tulisan ini (Siapa suruh membaca…hehehe). Jangan menunggu waktu penyusunan daftar pemilih tiba, yaitu: tanggal 23 Maret-17 April 2020.

Kenapa Tidak Bersih?

Salah satu sebab kenapa pemetaan TPS tidak berkualitas karena waktu pemetaan TPS yang terbatas, sejumlah daerah dikerjakan oleh satu orang (staf operator sidalih), nyaris tanpa perhatian pimpinannya. Pada beberapa kasus, DPT bermasalah yang diketahui jelang penetapan atau jelang pemungutan suara bermuara pada hulu data yang bermasalah. Masalah dalam pemetaan TPS relatif tidak diketahui karena setelah selesai langsung di print dan menjadi bahan Coklit PPDP sehingga keberadaannya laksana bagian terbawah es dalam fenomena gunung es.

Bisa dibayangkan operator sidalih bekerja sendirian atau dibantu yang lain secara parsial memetakan TPS yang akan menjadi hulu data DPT se kabupaten/kota. Data tersebut memang kemudian di coklit oleh PPDP. Terdapat potensi masalah sendiri dalam coklit data pemilih. Namun bila hulu data telah bersih dan baik, maka proses Coklit dapat menjadi pengkonfirmasi bahwa data yang ada di A-KWK sudah sesuai, tidak yang terjadi sebaliknya, data yang ada banyak di coret atau dipersoalkan karena bermasalah, mulai dari banyak yang tidak terdata, hingga ucapan, “Kok datanya, data lama…?”. Salah satu sebab hal ini terjadi, karena waktu pemetaan telah habis dan kegiatan pemetaan belum selesai, terpaksa operator sidalih berkreasi menggunakan data lama.

Belum lagi kasus pemilih satu keluarga terpencar ke lebih dari satu TPS, padahal yang bersangkutan tinggal satu rumah. Hal ini terjadi karena pemetaan TPS mengabaikan aspek ini karena waktu terbatas sehingga kerja operator sidalih kurang cermat dan harus segera menyelesaikan pemetaan TPS.

Realitas tersebut kini penting menjadi perhatian kita agar tidak terulang kembali. Terlebih inilah kesempatan terakhir kita menyelenggarakan pilkada serentak dan periode kerja kita setelah ini tak lagi melaksanakan pemilu dan pilkada. Jadikan pilkada serentak 2020 sebagai ajang kerja pamungkas memberi yang terbaik untuk diingat sebagai legacy kita bersama.

Kita Harus Terlibat

Teman-teman sekalian, paparan diatas saya dapatkan dari interaksi intens dan terfokus dengan teman kerja kita diberbagai daerah dalam berbagai kesempatan. Kristalisasi kisah saya sampaikan saat ini agar sungguh kita dapat mengambil hikmah atau bahasa kerennya di NGO abiasa disebut TL atau RTL atau istilah manajemennya umpan balik/feed-back yang terukur, nyata dan berdampak perubahan proses kerja kita saat ini.

Ini memang kerja teknis, namun kita sebagai penyelenggara pemilu diberi amanah untuk mengerjakannya. Kita adalah pimpinan memang iya, tapi pimpinan yang baik adalah yang mengerti, tahu dan ikutan bersama dalam kerja-kerja teknis sehingga kita bisa memastikan proses teknis berjalan dengan baik dan benar, dalam konteks pemetaan TPS, hasil pemetaan TPS bersih dan kita kuasai.

Terlibatlah sejak dini, dalam waktu 1×24 jam kedepan bersama-sama dengan pejabat sekretariat dan operator atau tenaga pendukung melakukan pemetaan TPS sesuai SE 119 tanggal 12 Februari 2020. Tak usah seharian penuh dalam minggu ini, cukup 2-3 jam atau 1-2 desa/kelurahan petakan secara langsung. Rasakan bagaimana nikmatnya kerja detail setelah selesai nanti.

Ketua, Anggota, Sekretaris dan Kasubbag KPU di Kepri memetakan TPS bersama

Apa manfaatnya…. Keterlibatan secara langsung membuat kita tidak hanya tahu, memahami melainkan juga kita menguasai data pemilih didaerah kita, paling tidak di kecamatan yang teman-teman menjadi korwilnya. Biasanya setiap anggota KPU di Kabupaten/Kota mengkoordinir 1-2 kecamatan. Masih ada waktu yang sangat memadai untuk ikutan langsung memetakan TPS. Bila kita menguasai data pemilih didaerah kita, maka disaat jelang akhir penetapan DPT atau pemungutan suara, bila ada masalah kita bisa dengan cepat menyelesaikannya mulai dari membedakan apakah hal tersebut memang masalah atau hal yang masalah yang dicari-cari serta bisa sangat baik menjelaskan ke publik.

Keterlibatan secara langsung membuat kita bisa mengkontrol dan memastikan proses pemetaan TPS sesuai dengan regulasi PKPU 19 tahun 2019 dan SE 119 tersebut. Tentu berbeda kerja sendiri dengan kerja tim, terlebih seorang operator sidalih dengan belasan orang yang terdiri dari anggota KPU, pejabat sekretariat dan tenaga pendukung memetakan bersama-sama TPS, mencatat berbagai perubahan atau temuan serta sekaligus membersihkan data pemilih hasil pemetaan TPS bila ditemukan pemilh ganda, pemilih dibawah umur 17 tahun, pemilih TMS lainnya, sekaligus memasukkan pemilih yang benar diyakini DPK dan belum terdaftar. Saya bisa menyampaikan ini karena selain mengetahui dari teman-teman juga saya pada waktu lalu pernah ikut memetakan TPS bersama operator sidalih. Sejujurnya saya terkejut ternyata banyak anggota KPU didaerah yang sama sekali tidak pernah ikut atau bahkan menemani operator sidalih memetakan TPS.

Jangan lupa, DPT adalah darah pemiluuu…. DPT menjadi salah satu persoalan klasik yang paling mudah dipermasalahkan, DPT juga menjadi penentu Hak pilih warga negara terjamin dan DPT menjadi dasar untuk pengadaan logistik pilkada.

Cara Tuntas Memetakan

Teknis kerja pemetaan TPS tidaklah sulit, namun memerlukan kesediaan mengalokasikan waktu, konsentrasi serta pisang goreng dan kopi panas. Saran saya setiap anggota KPU didaerah bersama satu subbag dan satu staf sebagai satu tim melakukan pemetaan TPS berbasis korcamnya masing-masing. Luangkan waktu 2-3 jam sehari, biasanya enak dilakukan di waktu pagi-pagi, sore atau malam hari. Data yang harus disiapkan ada 4 file, yaitu rekap DPT Pilkada terakhir per kecamatan, desa/keluaraha dan TPS, data pemilih by name by address DPT Pilkada terakhir, rekap DPT Pemilu terakhir per kecamatan, desa/kelurahan dan TPS, data pemilih by name by address DPT Pemilu Terakhir. Langkah selanjutnya membuat pemetaan TPS sesuai SE 119, yaitu: menggunakan rumah TPS pilkada terakhir (maksimal per TPS 800 pemilih) kemudian mengisi rumah TPS pilkada terakhir dengan jumlah data pemilih pemilu terakhir yang maksimal 300 pemilih per TPS, sehingga satu rumah TPS pilkada bisa diisi oleh 1-3 data pemilih dari TPS pemilu terakhir . Catatan penting dari penggunaan rumah TPS pilkada sebelumnya adalah dengan asumsi DPT Pilkada sebelumnya pada TPS tersebut tidak bermasalah. Bila TPS Pilkada sebelumnya bermasalah perlu pemetaan berbasis RT/Dusun/Sebutan lain secara langsung. Perlu untuk berkomunikasi dengan jajaran petugas desa/kelurahan untuk mengetahui dengan baik kondisi local sehingga tidak keliru melakukan pemetaan TPS.

Setelah pemetaan TPS awal tersebut, lanjutkan dengan menggabungkan data pemilih by name by address dari satu atau beberapa TPS pemilu terakhir sesuai hasil pemetaan TPS awal. Hasil penggabungan tersebut menjadi bahan awal yang dilanjutkan dengan analisis hasil penggabungan yang meliputi pengecekan pemilih dibawah umur, pemilih ganda, pemilih TMS lain, pemilih satu keluarga tidak lagi terpisah dan kategori lainnya. Pengecekan secara manual dilakukan dengan melihat satu per satu (hehehe), namun tentu bisa dengan rumus excel yang memudahkan kita.

Berikut contoh hasil pemetaan TPS awal yang dilakukan Kelurahan Alai, Kecamatan Ungar, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Pertama, Pemetaan/Regrouping TPS

Kedua, Analisis Data Pemilih per TPS di satu desa/kelurahan

Ketiga, Data pemilih ganda

Keempat, Data pemilih keluarga terpisah

Muara akhirnya kita bisa mengetahui dari hasil pemetaan dan analisis tersebut daftar pemilih yang telah terpetakan dengan baik dan bersih. Jangan lupa membuat catatan hasil kegiatan tersebut yang menjadi dokumen penting untuk proses berikutnya. Bila data tersebut telah selesai lebih awal dengan baik dan bersih, maka 90% proses penyusunan daftar pemilih sudah kita selesaikan dengan baik dan bersih sejak dini. Selanjutnya proses penyempurnaan data pemilih berdasarlan hasil sinkronisasi DPT pemilu terakhir dengan DP4 yang sedang dikerjakan teman-teman Datin di Imbon. Kita bisa meyakini proses coklit dan lainnya benar-benar tinggal penyempurnaan saja guna memastikan setiap warga negara didaerah kita terjamin hak pilihnya dalam DPT. Selamat bekerja…

10 thoughts on “Ayo petakan TPS sejak dini

  1. terimakasih pak VA atas pencerahannya melalui viryanjourney semoga daftar dan data pemilih makin baik,bersih,berkualitas dan akurat.
    #Terbaik
    #KpuMandiri
    #Profesional
    #Berintegritas

  2. Setelah sy membaca review yg informatif dan detail dari pak VA., saya begitu bersemangat utk melakukan kerja2 terbaik dlm meningkatkan kualitas pemutakhiran data pemilih di pilkada 2020. Ini sgt membantu kami pak VA. Trm kasih.
    Deni Wan Putra, KPU Sumbawa Barat

  3. Makasi pak Viryan. Tulisan ini bener2 membuat kita mengorbankan gengsi utk melakukan bersih2 hulu data dan peta dini TPS (tadinya, gengsi lo).
    #spiritPilkadaSerentak2020 #ajangPamungkas #nikmatKerjaDetail #detailituasyik

    VA – Vierna Albertien, KPU Tomohon

  4. Trimakasih pak Viryan atas tulisan ini yg benar² bikin kita tak ragu utk mengorbankan gengsi utk bersih² hulu data termasuk peta dini TPS (tadinya memang kita gengsi loh hehehe). Tapi sdh hampir seminggu kita lakukan ini. Yup, detail itu asyik….
    #spiritPilkadaSerentak2020
    #ajangPamungkas
    #nikmatkerjadetail

  5. Trimakasih pak Viryan atas tulisan ini yg benar² bikin kita tak ragu utk mengorbankan gengsi utk bersih² hulu data termasuk peta dini TPS (tadinya memang kita gengsi loh hehehe). Tapi sdh hampir seminggu kita lakukan ini. Yup, detail itu asyik….
    VA – Vierna Albertien, KPU Tomohon

    #spiritPilkadaSerentak2020
    #ajangPamungkas
    #nikmatkerjadetail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *