Masker Kain Itu Pakaian Dalam

Covid19 membuat sekitar 80% warga dunia menghabiskan waktunya dirumah saja. Aktifitas diluar rumah hanya untuk kerja darurat. Bila ingin lebih aman keluar rumah sebaiknya memakai masker. Keberadaannya bukan lagi sebatas aksesoris atau untuk yang sakit saja. Menggunakan masker bila keluar rumah kini laksana pakaian.

Dimasa awal Covid19 menyebar, masker bedah diburu orang hingga sempat menjadi langka. Semua ingin memakai masker bedah untuk aktifitas luar rumah. Namun masker bedah hanya bisa sekali pakai. Bisa dibayangkan biaya beli masker bila setiap keluar rumah memakai masker bedah.

Masker bedah tidak hanya langka, sempat juga hilang dipasaran. Kalau pun ada harganya gila-gilaan. Pemerintah sampai mengultimatum pedagang masker. Operasi pasar sampai harus dilakukan untuk masker bedah. Tak lama, ditangkap pula sejumlah pedagang yang menimbun masker.

Gotong Royong ala Ceko

Pemerintah Ceko menempuh cara lain. Mereka mewajibkan semua orang wajib pakai masker kain dan menghimbau buat sendiri. Setelahnya beredar di pemberitaan sejumlah foto pejabat negaranya menggunakan masker kain dalam aktifitas bekerja.

Warga spontan membuat masker kain dengan bahan yang ada di rumah masing-masing. Ada yang dengan mesin jahit pun bisa dengan jahit tangan. Sebagian warga yang membuat lebih membagi kepada warga sekitarnya. Kesadaran memakai masker untuk melindungi semua orang tumbuh cepat.

Ceko berhasil melakukan revolusi masker dengan efisien dan efektif. Cara sederhana yang nyaris tanpa biaya negara kecuali untuk konsumsi rapat membahasnya. Mereka berhasil menekan penyebaran Covid19.

Akhir maret lalu beredar video yang berisi penjelasan bagaimana Republik Ceko menekan penyebaran Covid19 dengan sederhana. Video tersebut seketika viral dan diterjemahkan ke barbagai bahasa tanpa dikomando. Link video: https://youtu.be/GVmU5wSnWgo

Video itupun viral di Indonesia, relawan KawalCovid19 mentranslate dan menyebarkan hal baik tersebut. Dalam waktu sehari saja, video tersebut viral. Bisa dimaklumi karena data wearesocial.com terakhir menunjukkan perilaku daring warga Indonesia paling tinggi mengakses youtube atau menonton video.

Asih, salah satu WNI yang tinggal di Praha ketika saya hubungi membenarkan hal tersebut, masker kain kini menjadi pakaian di Ceko. Semua orang menggunakan masker saat keluar rumah. Untuk meyakinkan, saya minta tolong dikirimkan foto warga dan pejabat memakai masker kain, termasuk video singkat. Dan benar adanya, berbagai masker kain sederhana dan apa adanya dipakai warga diluar rumah.

Himbauan WHO

Tampaknya keberhasilan Ceko membuat WHO mengeluarkan himbauan menggunakan masker kain bagi yang sehat. Pemerintah pun (baik daerah maupun pusat) mewajibkan warganya memakai masker bila keluar rumah, memakai masker kain pun tak apa. Kecuali bila sedang batuk-batuk atau flu baru memakai masker bedah.

Yurianto, Juru bicara pemerintah untuk Covid19 kemudian menggunakan masker kain setiap menyampaikan maklumat terkini. Idealnya sejak maklumat mewajibkan penggunaan masker, semua orang memakai masker bila sedang diluar rumah, termasuk aktifitas dalam kantor.

Menteri Kesehatan (memakai jas) dan pesohor di Republik Ceko gunakan Masker Kain

Namun sepertinya Jubir masih sendirian. Pada sesi lain saat satu maklumat perkembangan Covid19 disampaikan, pejabat tersebut tidak menggunakan masker. Siaran berita diberbagai televisi pun sang penyiar belum memakai masker.

Saya membayangkan figur publik, pimpinan daerah, influencer, pembawa acara diberbagai stasiun televisi semua memakai masker kain. Papan reklame dan videotron penuh dengan kampanye ajakan pakai masker kain. Terakhir barulah pengenaan denda.

Masker Adalah Pakaian Dalam

Pentingnya masker kain diyakini PM Jepang, Shinzo Abe. Sebelum WHO mengeluarkan himbauan, Ia mengambil kebijakan memberikan dua masker bisa dipakai ulang per keluarga. Ada sekitar 50 juta rumah tangga di Jepang. Memang terjadi pro-kontra, namun gerakan memakai masker berjalan.

Dalam kondisi saat ini masker harus dijadikan seperti pakaian. Pakaian adalah penutup tubuh untuk melindungi dan menutup diri. Pakaian dalam kehidupan sehari-hari adalah kebutuhan pokok.  

Keberadaan masker bahkan lebih penting misalnya dibanding dengan memakai baju. Bila tak pakai baju orang bisa masuk angin saja, sementara tak memakai masker bisa membahayakan jiwanya dan orang lain. Maka memakai masker keluar rumah kini menjadi pakaian yang keberadaanya bukan lagi setara dengan baju, bahkan setara dengan pakaian dalam.

Saat ini paling tidak setiap orang memiliki 2 masker kain yang dipakai bergantian. Lebih baik bila punya lebih dari 2 masker dan bervariasi. Kemarin saya lihat di beberapa website masker yang dibuat menarik. Tak perlu waktu lama untuk hadirnya masker bukan hanya sebagai produk dasar, melainkan sudah kepada gaya hidup.

Iya, saya meyakini masker kain akan menjadi gaya hidup di masa pandemik Covid19 berlangsung. Apalagi bila masa pandemi berlangsung lama, hal yang tentunya tidak kita harapkan. Namun berbagai data perkembangan kasus Covid19 nasional serta global hampir semuanya menunjukkan trend meningkat secara eksponensial.

Wuhan yang sebelumnya sudah mencabut status lockdown mencatat sekira 10% warganya yang sudah sembuh Covid19 kembali terinfeksi. Kondisi ini akan sama ditempat lain sampai vaksin ditemukan dan vaksinasi global tuntas. Harapan lain, terjadi keajaiban seperti herd immunity.

Kini berbagai daerah mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai bentuk physical distancing skala wilayah. Terjadi penurunan drastis mobilitas warga didaerah tersebut. Namun fakta lapangan pada daerah yang menerapkan PSBB masih banyak warga pada lingkup kelurahan atau desa yang beraktifitas seperti biasa.

Ceko sukses menjadikan masker kain sebagai pakaian, masih ada waktu untuk Indonesia melakukannya. Mulailah dengan membuat sendiri masker kain dirumah atau ambil ponsel pintar dan order masker kain di toko online. Gunakan masker tiap keluar rumah sebagai pakaian dan jangan lupa juga memakai pakaian dalam.

One thought on “Masker Kain Itu Pakaian Dalam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *