CATATAN UNBOXING BUKU AUMPI

Alhamdulillah… berkat ijin-Nya pecah telor. Saya bersyukur tiga hal… Pertama, berhasil menuntaskan nazar saya tahun 2017 ingin membentang jejak pemilu Indonesia ke akarnya. Saat terpilih menjadi Anggota KPU RI saat itu, salah satu agenda pribadi saya ingin menggali sejarah pemilu Indonesia. Sempat berharap menjadi agenda KPU, namun kondisi penyelenggaraan pemilu 2019 sangat krowdit. Pun dilanjut Pemilihan Serentak 2020 dimasa pandemi. Khawatir tidak tuntas, sehingga langsung saya kerjakan sendiri, toh ini memang agenda pribadi saya.

Kedua, buku ini 100% saya tulis sendiri berbasis penggalian sekira 3 tahun. Ada beberapa teman baik yang pandai menulis ingin membantu, namun saya memaksa diri menulis sendiri. Dengan segala keterbatasan, saya belajar menulis dan kadang bertanya dengan beberapa teman yang telah terampil menulis. Sekaligus juga ini bagian keluar dari zona nyaman.

Ketiga, dibedah oleh orang-orang yang saya sangat hormati dan ahli dibidangnya. Prof. Anhar Gonggong, Prof. Valina Singka Subekti, Hasyim Asy’ari, Ph.D, Kevin Evans. Moderatornya Uslimin, Anggota KPU Sulsel. Ia dengan sabar mengedit buku ini serta dengan caranya memberi masukan.

Bersama Para Pembedah Buku Asal Usul Manajemen Pemilu Indonesia

Saya bersyukur bisa menggali banyak hal meski tetap merasa banyak kurang. Merangkai jejak masa lalu dalam satu garis merah. Dari acara bedah buku kemarin saya mendapat hal baru untuk digali semakin dalam dari pembedah/narasumber dan peserta yang memberi tanggapan.

Prof. Anhar bertutur pengalamannya masa kecil melihat langsung bagaimana kampanye politik dilakukan dengan gotong royong. Rakyat yang hadir saat kampanye pemilu 1955 patungan memberi uang dan harta bendanya terhadap parpol yang didukungnya. Praktik ini saya meyakini tidak hanya terjadi didaerah Prof. Anhar saat kecil, Polewali Mandar. Ini jejak pemilu yang langka ditemui sekarang. Prof. Anhar juga menyampaikan tradisi kerajaan yang dikelola secara demokratis sebagaimana terjadi di Luwu yang telah mengenal prinsip pembagian dan pembatasan kekuasaan.

Prof. Valina kembali menyampaikan empat poin pandangannya. Diakhir diurai perilal penentuan tanggal lahir penyelenggara pemilu. Sebagai Anggota KPU RI Periode 2001-2007, Prof. Valina sangat paham peristiwa perubahan konstitusi dan dinamika kelembagaan KPU. Meski demikian, Prof. Valina setuju bila penentuan tanggal lahir KPU merujuk pada keberadaan BPS sebagai badan penyelenggara pemilu pertama Indonesia tahun 1946 dengan istilah pendekatan maknawi.

Mas Hasyim, temangopi sambil udud diruangannya membedah detail EMB Indonesia untuk memetakan pilihan tanggal lahir penyelenggara pemilu. Ditengah kesibukannya sebagai Ketua KPU berkenan hadir. Suwun Gus.

Kevin Evans mengkritisi secara detail. Ia bercerita singkat perihal Australian-Ballot yang diadopsi pada pemilu 1955. Ia menchallange saya perihal pemilu lokal 1946 di Minang dan 1961 di Papua. Diujung pandangannya, Kevin setuju dengan penentuan tanggal lahir merujuk pada keberadaan BPS. Ia menggunakan pendekatan fungsional dan menganalogikan keberadaan KPU seperti TNI yang lahir tanggal 5 Oktober 1945.

Kesimpulan saya ada tiga, salah satunya adalah leluhur kita telah mempraktikkan demokrasi tanpa mengenal kata demokrasi. Tegasnya… Indonesia adalah Bangsa yang Demokratis. Kehebatan founding parents (Istilah Prof. Valina) kita adalah bermusyawarah memufakati Kalimatun Sawa: PANCASILA. Hasil penelusuran sejarah saya mengkategorikan ada 7 fase perkembangan demokrasi pancasila.

Surprise… hadir Zubaidah Muchtar (87 tahun) serta Mineshia anak milenial dari Minahasa memberi tanggapan.

Kegiatan ini mengambil waktu 18 April ada sebabnya. Tanggal tersebut ditahun 1946 Pemerintah Indonesia mengeluarkan PP No. 2 Tahun 1946. Inilah regulasi pertama kepemiluan di Indonesia. Salah satu jejak betapa founding parents Indonesia sungguh-sungguh ingin menegakkan demokrasi pancasila dengan berpemilu.

Akses Rekaman Bedah Buku dan Bahan Paparan Penulis

Lengkapnya bisa nonton di kanal youtube: viryangopi dan bahan paparan saya saat bedah buku bisa diakses pada QR Code diatas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *